22.1.12

Sebuah pintu




Pintu itu dulu terbuka
Terbuka sangat lebar
Siapa saja boleh masuk
Mengucapkan salam
Dan permisi


Si pemilik menyambutnya
Begitu ramah
Begitu hangat
Senyumnya memancar
Senyumnya merekah
Setiap orang ingin masuk
Ingin menyentuh lembut pintu itu
Namun kini,
Siapa yang menyangka
Pintu itu tak lagi memancarkan keramahannya
Pintu itu kini tertutup
Tertutup rapat
Dan semakin hari semakin rapat
Si empunya pergi entah kemana
Tak ada lagi keramahannya
Tak ada lagi kehangatannya
Dan tak ada lagi senyumannya
Kini,
Siapa saja yang melewati pintu itu
Merasa enggan untuk mampir
Untuk menengok barang sebentar
Untuk singgah
Dan untuk menyentuhnya
Pintu itu kini tajam
Rusak
Dan tak terurus
Pintu itu butuh sentuhan
Sentuhan seorang ahli
Yang dapat memperbaikinya
Memperbaiki keindahan
Keramahan
Dan kehangatannya
Semua orang ingin pintu itu kembali sempurna
Namun apa daya,                        
Tak seorang pun tertarik untuk memperbaikinya
Mereka hanya berharap
Tanpa berusaha
Sungguh malang nasib pintu yang dulu dipuja
Kini dicampakkan

svenska

Tidak ada komentar:

Posting Komentar