24.6.11

My Holiday at Home T.T


Huah, sepertinya aku selalu kehabisan kata-kata ketika semua orang bertanya padaku
“Liburan kemana?”

Aku hanya tertunduk dan dengan lemas mengatakan,
“Just stay at home!”

Yayaya, semakin lemas lagi ketika semua teman-temanku menjawab seperti ini ketika kutanya tentang liburan mereka,

“Aku ke Bandung, nyobain trans studio!”

“Aku ke Bali sama temen-temen!”

“Aku ke Jogja. Kamu nggak ke jogja biasanya kan kamu ke jogja?”

“Malang dong! Ke BNS lagi!”

“Ke tretes langsung cuss ke Bali!”

“Ke Makassar!”

Haiia, semuanya pada keliling-keliling. Sedangkan aku? 

Huh, berikut ini akan ku ceritakan agenda liburanku dirumah. Pasti kalian akan berpikir …
it’s so boring guys!!

Oke-oke langsung aja ke TKP

Pertama, dimulai dari bangun tidur.
Liburan ini ku jadikan alasan untuk bangun siang, hehee godaan buat sholat gede bener. Alhasil sholat shubuhnya jarang (Maafkan aku Tuhan T.T)
Bangun, langsung cepet-cepet mandi dan nonton ..

Derings, acara musik yang disiarkan oleh Trans TV dan akhir-akhir ini mengambil tempat di Trans Studio. Bikin ngiri tau nggak? Pengin kesana, ke Trans Studio Bandung T.T
Ya, ini tontonan pertamaku ketika bangun tidur sambil menikmati sarapan pagi.

Kemudian lanjut ke ..

FTV SCTV

Itupun kalo pemainnya terkenal dan ganteng-ganteng. Kalo jelek sih biasanya langsung ke kamar dan online.

Nah, jam 12.00 nggak boleh ada yang menggangguku nonton TV. Acara selanjutnya adalah ..

Yaph Dong yi adalah acaranya. Acara ini ditayangkan di Indosiar mulai jam 12.00 sampai 13.30 Hihihii, file mini keren lho menurutku !!

Next jam 13.30, dulu sih acaranya ini ..

Pasta in Love, karena udah TAMAT, gantinya ini nih .. film yang udah aku tunggu-tunggu untuk tayang di TV, meskipun aku sudah nonton secara online ..

Yaph, film yang dibintangi Kim Hyun Joong ini salah satu film korea favoritku, Naugthy Kiss. Film ini juga ditayangkan di Indosiar mulai jam 13.30 sampai 14.30. hanya satu jam saja T.T

Nah, setelah acara Naugthy kiss, kegiatanku selanjutnya adalah ..

Beres-beres rumah. Seperti menyapu, beresin kamar, dll. Haffu –“

Tapi setelah jam 15.30 aku nangkring lagi di depan TV untuk liat film ini …


Yaph, You are My Destiny. Film ini tayang mulai jam 15.30 sampai 17.00. cukup lama juga sih –“

Setelah acara ini selesai tayang, aku pun kembali ke kamar dan Online lagi sampai mataku mengantuk dan akhirnya Tidur.

Kejadian ini selalu terjadi berulang-ulang setiap harinya selama liburan.

Bayangkan kan betapa membosankannya liburanku?

bagaimana Liburan kalian?

20.6.11

Peri Kecil itu Aku

Sudah hampir sembilan bulan, aku berada di dalam rahim Mamaku. Aku sungguh sangat menikmatinya. Mungkin aku sudah tak ingat bagaimana rasanya hidup di dalam kandungan dan hidup bergantung pada orang lain. Tapi menurutku, hidup dalam kandungan sangatlah menyenangkan. Karena kita tidak perlu bersusah payah bekerja dan memperjuangkan sesuatu. 

Namun, semakin lama aku berada dalam rahim, semakin aku penasaran dengan keindahan dunia luar. Dunia dimana nantinya aku dapat tumbuh dewasa dan mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku diperkirakan lahir pada tanggal 2 Februari 1995, namun pada tanggal 25 Januari 1995 perut Mama mulai berkontraksi. Saat itu aku sangat ingin keluar dari rahim Mama dan mungkin itu memang sudah waktunya untuk aku dilahirkan.

Seketika itu juga Papa membawa Mama ke salah satu rumah sakit di Surabaya, RS William Both. Dan Tepat pukul 12.00 siang, aku dilahirkan dan aku mulai menghirup udara di dunia fana ini. Suka cita keluargaku sangat aku rasakan. Aku bisa merasakan Mama menangis bahagia karena dapat melahirkan bayi perempuan yang sehat dan cantik. Saat itu baik Mama ataupun Papa belum mempersiapkan nama untukku. 

Meskipun aku sudah dibersihkan dari sisa darah dan sudah diberi selimut, aku masih terus menangis. Rasanya aku belum siap untuk berada di dunia fana ini. Rahim adalah dunia yang sangat menyenangkan bagiku. Namun, siap atau tidak siap, aku harus siap dan memulai kehidupan yang baru bersama orang yang aku cintai dan mencintaiku.

Suster rumah sakit tersebut membawaku ke pangkuan Mamaku. Mama lantas tersenyum menerimaku dan beliau memberikan ASI pertamanya untuk ku minum supaya aku berhenti menangis. Benar, saat aku berada di pangkuan Mama, aku merasa tenang dan merasa damai. Aku mulai berhenti menangis.

Dua hari setelah hari kelahiranku, Papa datang ke rumah sakit membawa kabar gembira untukku dan Mama. Ya, Papa telah menemukan nama yang bagus untukku, nama yang indah untuk anak perempuannya ini. Papa begitu gembira saat mengutarakan nama tersebut kepada Mama.

"Ira Puspita ."

Mama tersenyum dan mengangguk setuju dengan usulan Papa. Sejak saat itulah aku mempunyai nama, nama yang indah dan penuh makna yang akan aku bawa sampai aku mati, Ira Puspita. Dan aku mulai dibiasakan untuk disapa Ira.

Ya, aku tidak sendirian di keluarga kecil dan bahagia ini. Selain ada aku, Mama dan Papa, ada juga kedua kakak perempuanku dan satu kakak laki-lakiku. Mereka adalah Winda, Lucky, dan Dimas. Mereka saudara kandungku yang juga gembira menerima kehadiranku dalam kehidupan mereka.

Seiring berjalannya waktu, aku tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang lucu dan menggemaskan. Tubuhku gemuk dan aku berkulit putih saat itu (meskipun saat ini aku kurus dan berkulit sawo matang --")

Aku sangat suka difoto saat itu. Aku selalu melakukan pose ketika kamera menghadap ke arahku. Keluargaku juga suka menjadikan aku objek foto mereka. Setiap momen yang membuatku terlihat lucu, mereka selalu mengabadikannya. Bahkan saat sekarang, ketika aku melihat kembali album foto masa kecilku, aku suka tertawa sendiri dan tak menyangka aku secentil itu :d

Aku sering menghabiskan waktuku bersama keluargaku. Dan bisa dibilang akulah anak Mama dan Papa yang paling manja. Aku juga punya sifat nangisan, mudah ngambek kalau keinginanku tak terpenuhi, dan aku sangat jahat terhadap saudara-saudaraku. Kata mereka aku suka judes, tapi kalau sudah dijahili atau dijudesin dan dijahati balik, aku suka nangis sekencang-kencangnya. Hihihii, nakal banget yaa? --" Dan sifat suka ngembek kalau keinginanku tak terpenuhi terbawa sampai kehidupanku sekarang ini. Memang watak tak pernah dapat diubah.

Oh ya, salah satu ciri khasku saat kecil adalah rambutku. Rambutku panjang, hitam dan ikal alias ngombak. Banyak orang yang memuji rambut panjangku ini. Saat sekolah, Mama selalu mengepang rambutku. Karena terlalu panjang, pernah sampai rambutku terlilit di resleting tasku dan aku menangis sejadi-jadinya. Bahkan rambutku harus dipotong sedikit. Kejadian itu menimpaku saat kelas dua SD --"

Karena rambutku mungkin terlalu indah, saat kelas tiga SD rambutku tiba-tiba dipotong cepak. Semua guru SDku mengecewakan hal itu. Bahkan gara-gara rambutku dipotong, aku jadi tidak mau sekolah lagi. Aku malu dan tidak begitu percaya diri dengan rambut cepakku. Sampai Mama harus mengantarku sampai ke dalam kelas. Haduh, malunya!!

Dan seperti anak lainnya, aku juga tak luput dari namanya cinta monyet saat aku duduk di bangku kelas lima SD. Aku nggak harus menyebutkan namanya kan? Yang jelas dia adalah anak pindahan dari sekolah  lain yang terletak di Bali. Ya, dia adalah anak asli Bali. Dia begitu menawan dimataku saat itu. Hihihii.. Setelah kelulusan SD aku tak pernah lagi mendengar kabarnya. Terakhir aku tau kabarnya, dia kembali ke Bali setelah lulus dari SMP swasta di Surabaya. Yah, aku harus merelakan cinta monyetku pergi selamanya --" (eh, bukan innalillahi lho maksudnya)

Kehidupanku di masa kecil sangatlah menyenangkan. Mulai dari bertengkar dengan teman sekolah, bercanda dan bersenang-senang juga dengan mereka, bergurau dengan keluarga, bertengkar dengan saudara, dimarahin Mama dan Papa, dimarahin guru di sekolah, disetrap gara-gara nggak mengerjakan PR, dan aku harus merelakan kakiku karena aku suka bertingkah aneh dengan sepeda pancalku sepulang sekolah. Bahkan aku pernah sampai mencium jalanan saat perjalanan pulang. Pokoknya seru deh :) dan aku nggak akan pernah melupakan masa kecilku.

"Masa lalu adalah bagian dari sejarah. Dan sampai kapanpun sejarah itu akan menjadi bagian dari hidup kita yang harus kita pelajari dan kita jadikan sebagai cermin untuk melangkah ke masa depan !"

19.6.11

My Bestfriend

Arti sahabat untukku adalah segalanya. Mungkin aku akan mementingkan kepentingan sahabat setelah tentunya aku mementingkan keluarga dan kedua orang tuaku. Sahabat juga adalah yang paling berjasa dalam hidupku setelah orang tuaku.

Mereka selalu ada disaat aku membutuhkan sandaran untuk bersandar. Mereka selalu ada di saat air mata ini terjatuh, dan mereka selalu ada dalam setiap tawa dan kebahagiaanku.

Peran sahabat tentunya sangat besar dalam hidupku sampai aku tak dapat menjelaskannya dalam kata-kata.

Mereka selalu ikut menangis ketika aku menangis. Mereka selalu tertawa ketika aku bahagia. Dan mereka selalu ada di belakangku untuk memberiku semangat.

Waktu dua tahun membuat kami begitu dekat satu sama lain. Membuat kami peka dan mengerti perasaan diantara kami. Dua tahun kami jalani hari-hari yang begitu berat di Farmasi dengan suka cita, canda dan tawa. Tak pernah kami mengeluh sedikitpun, selama kami melakukan dan merasakannya bersama. Satu sama lain saling memberi semangat, memberi dukungan, bahwa hari-hari kami masih panjang dan kami harus terus berjuang tanpa kenal lelah untuk menggapai apa yang kami impikan.

Kami masuk bersama pada tahun 2010 dan diterima di kelas sepuluh, di kelas yang sama, SEPULUH C di sekolah menengah kejuruan farmasi. Awalnya kami canggung dan aku pun hanya dekat dengan beberapa orang saja. Namun seiring berjalannya waktu, kami mulai mengenal. Tugas yang selalu diberikan oleh Bapak dan Ibu guru membuat kami bersatu untuk mengerjakannya bersama-sama alias nyontek masal. Hehee.

Ulangan yang begitu banyak dan cukup menyiksa, membuat kami memilih belajar dan menghafal bersama-sama. Kebersamaan inilah yang kami jalani selama dua tahun lamanya di sekolah kami yang tercinta ini.

Meskipun kami berusaha keras mengelak bahwa Ulangan dan tugas yang diberikan teramat berat, namun berkat ulangan dan tugas itulah kami menjadi dekat.

Senyum yang mereka berikan. Semangat yang mereka kobarkan. Membuat kami bertekad untuk terus bersama dan bersatu menjalani hari-hari kami selama tiga hari kedepan.

Namun nyatanya, saat kami sama-sama naik ke kelas duabelas, kami harus berpisah. Itu adalah sebuah keputusan yang sulit bagi pribadi kami masing-masing. Kebijakan sekolah ini membuat salah seorang diantara kami menangis dan tidak lagi mempunyai semangat untuk sekolah. Sungguh tragis. Namun dengan tekad dan dorongan yang kami berikan, akhirnya ia mulai mau menerima keadaan.

Meskipun kelas kami terpisah nantinya, kami akan tetap terus bersatu untuk sama-sama keluar dari sekolah yang membuat kami dekat ini.

Impian kami adalah LULUS 100% dengan nilai yang memuaskan dan mengikuti acara yang bersejarah buat kami selama bersekolah, WISUDA.

Sahabat, kalian adalah harta yang terindah dalam hidupku. 

Terima kasih kalian telah selalu berada di sampingku. Aku sangat bahagia bersahabat dengan kalian :)

17.6.11

Rapotan yang Mengecewakan

Eitss!! jangan mikir macem-macem dulu ya? Yang aku maksud dari Rapot yang Mengecewakan itu bukan hasil dari rapotnya yang bikin kecewa. Tapi lebih kepada keputusan yang dikeluarkan oleh pihak sekolah pada saat pengambilan rapot.

Aku menguap lebar dan saat itu aku masih berada diatas tempat tidur. Jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi, tapi aku sudah terbangun. Cuaca pagi ini sungguh dingin dan sejuk, itu yang semakin membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidurku dan ingin terus ku dekap selimut dan gulingku.

Aku pikir hari ini akan berjalan seperti biasanya saat di rumah. Tapi aku baru teringat, bahwa jam 08.00 nanti aku harus ke sekolah bersama orangtua untuk mengambil hasil belajarku selama setahun di kelas sebelas. Dengan Mama aku mengendarai sepeda menuju sekolahku yang terletak di kawasan Kapasari.

Jika aku boleh jujur, perasaanku saat itu tidak karuan. Aku takut jika prestasiku masuk rangking 10 saat raport sisipan semester genap kemaren harus turun. Aku nggak berharap banyak selain aku bisa mempertahankan peringkatku itu.

Setibanya aku di sekolah, aku langsung menyuruh Mama untuk masuk ke ruang 3 karena acara pengambilan rapot telah dimulai. Sementara aku dengan Thamy, Ijah, Istiya, dan Aprianti menunggu di lorong depan ruang teori 2 sembari berbincang-bincang.

Thamy : Ra, kelas duabelas jadi diacak anaknya. Aku masuk kelas duabelas C.

Aku : Lha aku? Aku masuk kelas apa tham ?

Thamy : Aku nggak ngerti ra. Ijah juga masuk C. kita pisah ra!

Aku segera melirik Ijah yang tersenyum kecut padaku. AKu benar-benar nggak rela kalau aku harus berpisah dengan teman-temanku di kelas sebelas C. Aku bertanya pada diriku sendiri, aku masuk kelas apa ini?

Saat pengambilan rapot, terdengar dari luar Bu Sofi, wali kelas kami mengumumkan peringkat 1-5.

Peringkat 1 diraih oleh Roudhotul Jannah (padahal biasanya Vidia yang menduduki peringkat satu selama tiga semester) --"

Peringkat 2 diraih oleh Nur Indah Sari

Peringkat 3 baru diraih oleh Vidia Nurul Aini (aku merasa kasihan padanya. Gara-gara penyakit livernya yang membuat dia nggak masuk sekolah selama 2 minggu lebih, sekarang peringkatnya harus turun ke posisi 3)

peringkat 4 diraih oleh Nihayatus Inayah

dan Peringkat 5 diraih oleh Asmaul Fauziah

Mungkin kalian heran kenapa namaku tidak disebutkan diatas. Aku saja sudah menganggapnya makhlum. Karena aku juga mustahil ada di posisi 5 besar itu. Aku tidak sepandai mereka. Dan memang mereka lebih pantas berada di posisi tersebut. Tapi itu bukan tandanya aku pasrah dengan kemampuanku. Aku akan terus berjuang dan mengusahakan yang terbaik untuk diriku sendiri. 

Setelah acara rapotan, barulah kami mengetahui kelas kami saat kelas duabelas. Aku dan teman-teman dekatku berpisah dan itu membuat hati kami sangat sedih.
Aku di kelas XIID,
Mitha di kelas XIIA, 
Thamy di kelas XIIC,
Ijah di kelas XIIC, 
Wiya di kelas XIIB,
Mamie di kelas XIID,
Tiara di kelas XIIC,
Tika di kelas XIIC,
Alep di kelas XIID dan masih banyak lagi yang belum ku ketahui.

Kami sangat bersedih, bahkan Mitha sampai menangis karena nggak ingin berpisah. Kenangan kita selama ini terlalu indah. Hingga membuat kami nggak rela untuk berpisah.

Kita akan berpisah, tapi kita masih BERTEMAN dan BERSAHABAT

dan
Dengan siapa saja yang menemani kita di kelas DUABELAS,
kita IKHLAS,
kita TERIMA, 
dan kita siap BERJUANG BERSAMA.

yang terPENTING adalah LULUS bareng-bareng dengan nilai yang MEMUASKAN :)

Aku naik ke kelas duabelas dengan peringkat 16 dan rata-rata 8.27

Meskipun peringkatku Turun, tapi rata-rataku Naik lho!! hahaha :D

16.6.11

hari RABU ku dengan MEREKA

hari ini... hari Rabu, 15 Juni 2011. aku masih malas-malasan di tempat tidur. aku pikir hari ini sudah diperbolehkan libur oleh pihak sekolah. karena seingatku, kemaren Bu Tari bilang, "Mulai besok (hari ini, red) sudah boleh libur!" aku pun santai dan aku berniat untuk melanjutkan mimpiku saja.

namun, tiba-tiba hapeku berdering tanda sms. 
2 messages received

aku pun bergumam, siapa sih yang sms sepagi ini? padahal jarum jam masih menunjukkan pukul 05.00 pagi. pacar pun tak ada, masak iya temen-temenku sudah menjadi sedikit perhatian padaku untuk mengirimkan sms sepagi ini padaku? dengan mata setengah melek-merem, aku pun membuka 2 pesan yang udah nangkring di inboxku pagi ini. ternyata 2 sms yang datangnya dari Ijah. astagaa. aku pun mulai membaca pesan singkatnya.

pesan pertama :
ra, jangan lupa ngumpulin tugas bahasa inggrisnya! hari ini masuk ya!

pesan kedua :
ra, jangan lupa bawa buku adm juga! daripada ditagih pihak perpus terus!

oh astaga!! jadi hari ini masuk?? aku pun segera terperanjat dan segera bergegas ke kamar mandi. setelah siap dengan seragam sekolah lengkap dan tas ransel kesayangan, aku menemui Papa yang udah duduk di teras. biasanya sih kalau berangkat sekolah sering diantar oleh beliau. tapi jawaban beliau pagi ini benar-benar membuatku sedikit bete. "Maaf ya nak, kamu bawa sepeda sendiri aja. papa lagi nggak enak badan. kamu juga sih, bilangnya mendadak kalo mau masuk sekolah!" aku pun hanya bisa mengambul nafas panjang. alhasil, aku pun mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah. padahal hari itu aku sedang malas untuk mengendarai sepeda sendiri.

30 menit kemudian, setelah tiba di sekolah.

aku mendapati sekolahku tercinta ini masih sangat sepi. hanya beberapa siswa saja yang sudah sampai di sekolah. mungkin bisa dihitung dengan jari. aku sampai menggumam, apakah masuknya benar jam 7? soalnya biasanya jam segini sekolah udah ramai. kelas pun masih gelap dan sepi. yaa ampun!! tak lama kemudian satu persatu teman-temanku mulai berdatangan dan mereka pun langsung heboh dengan tugas bahasa inggris yang belum mereka kerjakan, termasuk aku. karena aku lebih nyantai dari mereka, aku pun keluar kelas dan duduk di bangku depan kelas untuk mendengarkan lagu-lagunya Bruno Mars dan Jason Mraz.

karena melihat teman-temanku yang sangat sibuk, aku pun jadi ikutan masuk dan mulai mengerjakan. tapi, saat aku baru saja duduk di bangku, speaker kelas menyala dan suara Pak Eko terdengar disana. "Anak-anak hari ini libur. bagi kalian yang masih punya tanggungan tugas, silahkan segera dikumpulkan dan segera pulang ke rumah masing-masing. hari ini LIBUR dan tidak ada REMIDI!!!" Pak Eko mengulangi pengumumannya berulang kali. karena merasa risih, aku dan teman-teman ingin segera menyelesaikan tugas bahasa inggris dan segera pulang ke rumah.

"Rek, aku males pulang!" celetuk Mitha saat kami nongkrong di bawah pohon ceres di belakang sekolah.

"Ayoo main ke rumahe manul!" seruku yang disambut anggukan setuju oleh Wiya, Mitha, Thamy, dan Lita.

aku, Wiya, Mitha, Thamy, Lita, Ijah, Tiara, dan Alep pun mampir ke rumah Manul sebelum pulang ke rumah. kami berbincang-bincang disana, bersenda gurau, dan berfoto-foto di komplek area SMA 7. makhlum rumah Manul memang terletak satu area dengan SMA 7.

karena perut kami sudah keroncongan, kami pun berdiskusi untuk mencari tempat makan. 

Alep : Bakso Ronggolawe

Manul : Pangsit di kantin SMA & aja

Aku : Bakwan Surabaya aja

setelah berdiskuci lumayan lama, kami pun memutuskan ke Bakwan Surabaya dengan jalan kaki. panas-panas rame-rame kami jalan ke Bakwan Surabaya yang terletak di Tambaksari depan gelora. kami memesan 9 porsi bakwan dengan menu masing-masing dan 9 gelas es teh. masing-masing anak menghabiskan uang Rp 8.500 - Rp 10.000. cukup mahal karena perut kami tidak merasa kenyang sama sekali.

sebelum kembali ke rumah manul, kami mampir dulu di taman Mundu sekedar istirahat dan foto-foto. mungkin sekitar 15menitan saja kami disana, setelah itu mulai kembali ke rumah manul.

di rumah manul kembali berbincang-bincang dan bercanda sambil menonton televisi. 

tepat pukul 13.30 kami kembali ke rumah masing-masing.