19.6.11

My Bestfriend

Arti sahabat untukku adalah segalanya. Mungkin aku akan mementingkan kepentingan sahabat setelah tentunya aku mementingkan keluarga dan kedua orang tuaku. Sahabat juga adalah yang paling berjasa dalam hidupku setelah orang tuaku.

Mereka selalu ada disaat aku membutuhkan sandaran untuk bersandar. Mereka selalu ada di saat air mata ini terjatuh, dan mereka selalu ada dalam setiap tawa dan kebahagiaanku.

Peran sahabat tentunya sangat besar dalam hidupku sampai aku tak dapat menjelaskannya dalam kata-kata.

Mereka selalu ikut menangis ketika aku menangis. Mereka selalu tertawa ketika aku bahagia. Dan mereka selalu ada di belakangku untuk memberiku semangat.

Waktu dua tahun membuat kami begitu dekat satu sama lain. Membuat kami peka dan mengerti perasaan diantara kami. Dua tahun kami jalani hari-hari yang begitu berat di Farmasi dengan suka cita, canda dan tawa. Tak pernah kami mengeluh sedikitpun, selama kami melakukan dan merasakannya bersama. Satu sama lain saling memberi semangat, memberi dukungan, bahwa hari-hari kami masih panjang dan kami harus terus berjuang tanpa kenal lelah untuk menggapai apa yang kami impikan.

Kami masuk bersama pada tahun 2010 dan diterima di kelas sepuluh, di kelas yang sama, SEPULUH C di sekolah menengah kejuruan farmasi. Awalnya kami canggung dan aku pun hanya dekat dengan beberapa orang saja. Namun seiring berjalannya waktu, kami mulai mengenal. Tugas yang selalu diberikan oleh Bapak dan Ibu guru membuat kami bersatu untuk mengerjakannya bersama-sama alias nyontek masal. Hehee.

Ulangan yang begitu banyak dan cukup menyiksa, membuat kami memilih belajar dan menghafal bersama-sama. Kebersamaan inilah yang kami jalani selama dua tahun lamanya di sekolah kami yang tercinta ini.

Meskipun kami berusaha keras mengelak bahwa Ulangan dan tugas yang diberikan teramat berat, namun berkat ulangan dan tugas itulah kami menjadi dekat.

Senyum yang mereka berikan. Semangat yang mereka kobarkan. Membuat kami bertekad untuk terus bersama dan bersatu menjalani hari-hari kami selama tiga hari kedepan.

Namun nyatanya, saat kami sama-sama naik ke kelas duabelas, kami harus berpisah. Itu adalah sebuah keputusan yang sulit bagi pribadi kami masing-masing. Kebijakan sekolah ini membuat salah seorang diantara kami menangis dan tidak lagi mempunyai semangat untuk sekolah. Sungguh tragis. Namun dengan tekad dan dorongan yang kami berikan, akhirnya ia mulai mau menerima keadaan.

Meskipun kelas kami terpisah nantinya, kami akan tetap terus bersatu untuk sama-sama keluar dari sekolah yang membuat kami dekat ini.

Impian kami adalah LULUS 100% dengan nilai yang memuaskan dan mengikuti acara yang bersejarah buat kami selama bersekolah, WISUDA.

Sahabat, kalian adalah harta yang terindah dalam hidupku. 

Terima kasih kalian telah selalu berada di sampingku. Aku sangat bahagia bersahabat dengan kalian :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar