2.2.12

Farfallaku



Farfalla.

Sama dengan Mariposa dalam Bahasa Spanyol, Vlinder dalam Bahasa Belanda, dan Butterfly dalam Bahasa Inggris. Ya, kaulah Farfalla.. kupu-kupu dalam hidupku. Aku jatuh cinta dengan keindahanmu, Farfallaku. Kau.. farfallaku.. ya, kau yang disana.

Kau Farfalla yang mampu bermetamorfosis dengan sempurna. Dari yang hanya sebuah telur terabaikan, kemudian menjadi cacing yang terhina, bermeditasi sebagai kepompong, dan akhirnya kau mampu menjadi sebuah Farfalla yang begitu indah di mataku.

Kau mengalami masa-masa sulit hanya demi berubah menjadi Farfalla. Perjalananmu dimulai ketika kau masih menjadi sebuah telur yang terabaikan. Kau tergeletak begitu saja. Kau tak mampu bertindak apa-apa, selain menggantungkan harapan untuk segera keluar dari lingkup telur yang begitu sesak. Kau berusaha keras agar kau tak terabaikan.

Usahamu berhasil, kini kau menjadi seekor cacing yang luar biasa. Kini kau diperhatikan. Bukan karena mereka memperhatikanmu kagum, takjub, dan begitu menyukaimu. Justru kau malah dicaci, dihina, disingkirkan, disepelekan. Semua orang justru membencimu. Kau begitu terlihat menjijikkan dengan tubuhmu yang suka menggeliat kemana-mana. Semua orang geli melihatmu, termasuk aku yang saat itu hanya memandangmu sebelah mata.

Kau kecewa dan marah pada keadaan. Kau membenci hidupmu sebagai cacing. Kau merasa Tuhan tak adil padamu. Akhirnya kau berusaha keras lagi untuk merubah jalan hidupmu. Tuhan memberimu satu jalan, “Berdiamlah sebentar dan pergi dari hiruk pikuk kehidupan. Bawalah bekal sebanyak mungkin selama kau berpergian”. Bagiku, Tuhan cukup adil memberikan jalan keluar untukmu.

Kau pergi dengan keikhlasan hati, dengan hati yang bersih sebagai seekor cacing yang ingin memperbaiki kehidupannya, sebagai cacing yang ingin diperhatikan, dipuja, dan dihormati. Dan saat itu, kau sukses membuatku merasa kehilangan. Aku merindukan cacing yang dulu ku hina. Aku merindukan cacing yang dulu tak ku hiraukan.

Lama kau tak pernah muncul kembali semenjak kepergianmu. Dan aku benar-benar merasa kehilangan, begitu kehilangan. Sementara kau disana, kau sedang asyik menyendiri. Kau memperbaiki hidupmu. Kau menata kembali kehidupanmu. Dan kau benar-benar berusaha sebagai kepompong yang terjebak dalam kesendirian dan keuletannya sendiri.

Sampai suatu ketika, kau datang kepadaku sebagai sosok yang indah, sosok yang tak pernah ku sangka sebelumnya bahwa itulah dirimu, itulah kau yang sekarang. Kau datang dengan sayap yang begitu indah. Warna-warna di sayapmu adalah cermin kehidupanmu. Kau berubah. Kau menjadi lebih indah. Kau berubah menjadi Farfalla. Kau sosok yang sempurna.

Kaulah Farfallaku, dahulu .. kini .. dan nanti.

Farfalla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar