Farfalla.
Sama dengan
Mariposa dalam Bahasa Spanyol, Vlinder dalam Bahasa Belanda, dan Butterfly
dalam Bahasa Inggris. Ya, kaulah Farfalla.. kupu-kupu dalam hidupku. Aku jatuh
cinta dengan keindahanmu, Farfallaku. Kau.. farfallaku.. ya, kau yang disana.
Kau Farfalla
yang mampu bermetamorfosis dengan sempurna. Dari yang hanya sebuah telur
terabaikan, kemudian menjadi cacing yang terhina, bermeditasi sebagai
kepompong, dan akhirnya kau mampu menjadi sebuah Farfalla yang begitu indah di
mataku.
Kau mengalami
masa-masa sulit hanya demi berubah menjadi Farfalla. Perjalananmu dimulai
ketika kau masih menjadi sebuah telur yang terabaikan. Kau tergeletak begitu
saja. Kau tak mampu bertindak apa-apa, selain menggantungkan harapan untuk
segera keluar dari lingkup telur yang begitu sesak. Kau berusaha keras agar kau
tak terabaikan.
Usahamu berhasil,
kini kau menjadi seekor cacing yang luar biasa. Kini kau diperhatikan. Bukan karena
mereka memperhatikanmu kagum, takjub, dan begitu menyukaimu. Justru kau malah
dicaci, dihina, disingkirkan, disepelekan. Semua orang justru membencimu. Kau begitu
terlihat menjijikkan dengan tubuhmu yang suka menggeliat kemana-mana. Semua orang
geli melihatmu, termasuk aku yang saat itu hanya memandangmu sebelah mata.
Kau kecewa dan
marah pada keadaan. Kau membenci hidupmu sebagai cacing. Kau merasa Tuhan tak
adil padamu. Akhirnya kau berusaha keras lagi untuk merubah jalan hidupmu. Tuhan
memberimu satu jalan, “Berdiamlah sebentar dan pergi dari hiruk pikuk
kehidupan. Bawalah bekal sebanyak mungkin selama kau berpergian”. Bagiku, Tuhan
cukup adil memberikan jalan keluar untukmu.
Kau pergi dengan
keikhlasan hati, dengan hati yang bersih sebagai seekor cacing yang ingin
memperbaiki kehidupannya, sebagai cacing yang ingin diperhatikan, dipuja, dan
dihormati. Dan saat itu, kau sukses membuatku merasa kehilangan. Aku merindukan
cacing yang dulu ku hina. Aku merindukan cacing yang dulu tak ku hiraukan.
Lama kau tak
pernah muncul kembali semenjak kepergianmu. Dan aku benar-benar merasa
kehilangan, begitu kehilangan. Sementara kau disana, kau sedang asyik
menyendiri. Kau memperbaiki hidupmu. Kau menata kembali kehidupanmu. Dan kau
benar-benar berusaha sebagai kepompong yang terjebak dalam kesendirian dan
keuletannya sendiri.
Sampai suatu
ketika, kau datang kepadaku sebagai sosok yang indah, sosok yang tak pernah ku
sangka sebelumnya bahwa itulah dirimu, itulah kau yang sekarang. Kau datang
dengan sayap yang begitu indah. Warna-warna di sayapmu adalah cermin
kehidupanmu. Kau berubah. Kau menjadi lebih indah. Kau berubah menjadi Farfalla.
Kau sosok yang sempurna.
Kaulah Farfallaku,
dahulu .. kini .. dan nanti.
Farfalla.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar