25.2.12

No Tittle :)



Saat itu lagi panas-panasnya udara di luar. Panas yang menusuk, sinar yang tak kalah menyilaukannya, membuat siang ini benar-benar terasa gerah. Aku melihat dari kejauhan anak-anak yang memakai seragam putih biru itu. Ia berjuang melawan teriknya mentari sembari terus mengayuh sepedanya dengan sisa tenaga yang masih tersisa. Peluh sudah membanjiri keningnya, baju seragamnya basah oleh keringat, tapi semangat yang begitu membara masih nampak dengan jelas di raut wajahnya.


Ya, aku pernah merasakan itu semua. Aku pernah mengalaminya. Aku pernah berjuang melawan panasnya udara siang hari, aku pernah berjuang mengalahkan teriknya mentari, dan aku pernah hampir kehabisan tenaga saat aku berusaha mengayuh pedal sepedaku di jalanan yang penuh tanjakan.

Itulah masa-masa SMP. Masa-masa dimana aku mulai beranjak remaja. Dimana aku mulai mengalami pubertas pertama. Hmm, bisa dibilang masa SMP adalah masa yang berkesan, masa yang paling indah untuk dikenang, dan bisa juga dibilang masa yang mungkin terlalu konyol yang pernah dialami.

Ya, aku dulu pernah memakai seragam itu, seragam yang sangat akrab denganku ketika aku berusia 12 – 14 tahun. Seragam putih-biru yang dulu pernah ku banggakan.

Dan kini, seragam itu telah ku tinggalkan. Sudah 2 tahun berjalan sejak aku melepaskannya. Sekarang aku bangga dengan seragam putih-abu-abuku yang menunjukkan bahwa aku sudah berada di grade yang jauh di atas grade SMP.

Identitasku sekarang adalah putih-abu-abu, aku sebagai pelajar SMA. Namun, tak lama lagi aku juga harus melepaskannya. Hitungan beberapa bulan saja sudah di depan mata. Sebentar lagi aku akan dinyatakan Lulus menempuh studiku selama di bangku SMA (Amin Allahuma Amin). Aku harus rela, aku harus ikhlas melepasnya. Meskipun susah.

Seragam putih-abu-abu ini meninggalkan terlalu banyak kenangan. Banyak waktu dan kejadian berharga yang telah aku lewatkan bersamanya, ketika aku menghabiskan banyak waktuku dengan teman-teman yang begitu kusayangi, ketika aku mulai merasakan perasaan yang lebih dengan salah seorang senior dua tahun di atasku, dan ketika aku mulai mengenal dunia yang jauh lebih luas daripada saat aku duduk di bangku SMP.

Hatiku bergejolak.

Satu sisi, bahwa aku sudah tidak sabar untuk segera melepaskan putih-abu-abu ini dan menggantinya dengan almamater Universitas kebanggaanku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar