Momok yang selalu ditakuti oleh para pelajar adalah UJIAN. So pasti dong, siapa sih yang suka dengan ujian? Temen saya aja yang pinternya luar biasa, suka ngeluh tiap mau ujian. Katanya dia ingin segera melewati hari itu dan segera menyelesaikan ujiannya. Nah apa lagi yang punya kapasitas otak pas-pasan seperti saya? Menjerit dah saya setiap ada ujian *lebay*
Apalagi yang udah ada di grade teratas a.k.a kelas TIGA. Huaa, siap-siap aja deh buat menghadapi UJIAN NASIONAL. Tapi saya sebagai pelajar kelas TIGA patut bersyukur, karena sejak tahun kemaren mulai diterapkan system nilai ujian yang melibatkan raport dan keseharian siswa.
Coba bayangkan aja system penilaian beberapa tahun yang lalu yang hanya melihat hasil Ujian Nasional. Kalau nilai UNAS dibawah rata-rata yang ditetapkan pemerintah, itu tandanya saat pengumuman sudah pasti dinyatakan TIDAK LULUS. Kasihan banget kan? Masak kita sekolah selama TIGA TAHUN sampai rasanya kepala hampir botak tidak bisa lulus karena nilai UNAS kita jelek yang notabene UNAS hanya dilaksanakan selama TIGA HARI.
Adil tidak? Tentu dong tidak adil. TIGA HARI bisa SEBANDING dengan TIGA TAHUN. Impossible –“
Bersyukur mulai tahun kemaren, semuanya mulai dari raport, ujian sekolah, dll dilibatkan dalam penentuan kelulusan. Saya pribadi merasa sedikit lega, karena sejak semester tiga sudah mulai menabung nilai untuk kelulusan. Tapi itu tidak bisa dijadikan kompromi untuk malas-malasan belajar kalau sudah menginjak kelas tiga.
Well, kegiatan di kelas tiga khususnya di sekolah saya.. super duper padat. Mungkin ini yang dulu dirasakan kakak-kakak kelas saya dan sekarang saya juga harus ikut merasakan. Mau tidak mau kalau ingin segera meninggalkan bangku sekolahan.
Dimulai dari bulan Juli yang merupakan awal tahun pelajaran.
Juli sampai Agustus pelajaran berjalan seperti biasa. Tidak ada yang berbeda dari hari biasanya. Saya juga masih belum bisa membedakan system belajar saya di kelas dua dan tiga. Semua berjalan sama.
September saya dijadwalkan untuk Praktik Kerja Lapangan a.k.a PKL a.k.a magang di sebuah apotek. Ini merupakan Tugas Akhir saya kalau saya diibaratkan sebagai seorang mahasiswi. Ya ini bagaikan SKRIPSI saya di SMA. Saya harus melaksanakan PKL selama kurang lebih 3 minggu dan harus segera membuat laporan lengkap bak skripsi betulan. Total sebulan saya vakum dari kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Next, setelah PKL saya juga harus disibukkan dengan kegiatan LDKS. Kali ini saya ditunjuk sebagai panitia yang akan menggembleng adik kelas yang ikut bergabung dalam anggota OSIS. LDKS ini kemungkinan dilaksanakan selama dua hari, jadi saya rasa ini tidak akan terlalu mengganggu. Insya allah.
Setelah itu UTS kemudian UAS dan pembelajaran di kelas tiga BERHENTI di bulan DESEMBER.
Januari saya sudah mulai dicekokin oleh guru-guru dengan banyak soal latihan ujian.
Dan mulai FEBRUARI sampai MEI adalah hal yang sangat saya nanti-nanti dan saya khawatirkan. Ya saya rasa momok itu sudah sangat dekat bahkan berada di samping saya. Dia adalah WISATA UJIAN. Mulai dari Ujian Praktek, Ujian Sekolah, Ujian yang diadakan oleh DEPKES, Ujian yang diadakan oleh DINKES. And the final is, UJIAN NASIONAL.
Saya baru bisa benar-benar free, mulai bulan Juni. Di bulan Juni ini saya hanya mempersiapkan pelantikan saya sebagai Tenaga Kesehatan di acara wisuda kelulusan saya.
GOD, saya sangat menantikan peristiwa bersejarah untuk saya ini. Ijinkan saya untuk berkesempatan ikut dan berpartisipasi dalam acara tersebut sebagai seorang WISUDAWAN J
Espiritu \(^o^)/
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar