7.8.11

Gadis yang Tersesat

Gadis itu tengah termenung di salah satu sudut kamarnya. Pikirannya jauh melayang di luar sana. Entah apa yang dipikirkannya. Tak ada seorang pun yang mengerti jalan pikiran gadis bertubuh mungil itu, bahkan dirinya saja tidak pernah mengerti. Semua ini terlalu rumit untuk gadis seusianya.

Angin semilir yang menembus celah-celah jendela kamar begitu menusuk tulangnya. Dan ia merasakan sakit yang amat sangat di dadanya. Ia semakin erat mendekat tubuhnya sendiri, semakin lama semakin erat. Karena dingin di luar semakin mencengkeram tubuhnya.

Rintihan air hujan di luar sana jatuh bersamaan dengan air matanya. Suara petir seolah tak peduli dengan keresahannya. Kini pikirannya benar-benar tersesat di tengah kegelapan. Tak ada sedikit pun seberkas cahaya yang datang menghampirinya. Kini ia hanya bisa tertunduk pasrah, berharap akan ada orang yang akan menolongnya untuk keluar dari semua kepenatan ini.

******
(IP-Gadis yang tersesat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar