16.8.11

Kerudung dalam Islam


Alhamdulillah, sekarang mulai menjamur kebiasaan memakai kerudung aka jilbab di kalangan remaja putri. Banyak para remaja yang mengenakan kerudung ketika mereka sedang jalan-jalan di mall ataupun saat keluar bersama teman-teman. Nah, saya akan memaparkan tentang apa itu kerudung, kewajiban seorang muslimah untuk berkerudung, dan tren dari kerudung di masa sekarang.

Check it out ! J


***

PERBEDAAN ANTARA KERUDUNG DAN JILBAB

Banyak orang yang menafsirkan tentang pengertian kerudung dan jilbab itu sama. Jilbab sama dengan kerudung, begitu juga sebaliknya kerudung juga sama dengan jilbab. Padahal, jilbab itu bukan kerudung, meskipun semua muslimin wajib mengenakannya. Nah lho? Sekarang apa bedanya antara jilbab dan kerudung jikalau pengertian keduanya saja berbeda?

QS. An-Nuur ayat 31

Artinya : Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-
laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki,
atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita)
atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Nah jadi, kerudung itu dalam bahasa Arab dikenal sebagai Khimar. Artinya kain yang menutupi aurat sampai ke dada. Sedangkan Jilbab adalah …

QS. Al-Ahzab ayat 59
Artinya : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu
dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke
seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

Jilbab adalah baju kurung yang menutupi aurat mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jadi jilbab itu semacam mukenah terusan yang dari kepala sampai ke kaki. lho!Tapi karena QS. An-Nuur ayat 31 menerangkan bahwa kita diwajibkan menutup aurat dengan menggunakan kerudung, maka pengertian jilbab dianggap sebagai gamis. Begitulah, salah kaprah yang dipahami mayoritas muslimah, bahwa jilbab memang sama dengan kerudung. Padahal dalam pengertian kamus Bahasa Arab saja beda artinya. Wallahu a’lam bish shawab.

KERUDUNG DAN TREN

Alhamdulillah, selama saya berada di luar, seperti di mall, di tempat nongkrong, dan bahkan di sekolah banyak teman-teman yang mulai menutup aurat mereka dengan berkerudung. Hati lega rasanya, apalagi ketika berada di lingkungan sekolah, serasa bersekolah di madrasah karena notabene semua murid mengenakan kerudung.

Namun, saat ini banyak yang menyalahgunakan kerudung sebagai tren semata. Ketika saat booming untuk berkerudung dengan model-model kerudung yang manis dan apik semua pada berlomba-lomba untuk mengenakan kerudung. Apalagi saat momen bulan ramadhan, wanita yang mengenakan kerudung semakin banyak. Dan ketika semua telah merasa bosan dan lelah dengan beban di kepala mereka, mereka dengan mudahnya melepas dan membiarkan orang lain melihat auratnya. Subhanallah.

Dalam konteks lain, banyak yang memakai kerudung hanya ingin menutup rambut mereka. Namun. Di kesempatan lain kita dibuat tertegun saat ia dengan santai memamerkan rambut barunya yang baru saja di rebounding. Padahal mereka sendiri tidak mengetahui hokum rebounding dalam islam.

Satu alasan lain wanita memakai kerudung ternyata hanya karena ia sering dipuji lebih cantik jika memakai kerudung. Sedangkan hatinya sebenarnya merasa enggan memakai kerudung. Ia memakai kerudung namun terkadang pakaian yang ia kenakan menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. Hal ini oleh nabi sering disinggung sebagai “wanita yang berpakaian tapi telanjang.” Sayang sekali, karena mereka yang berpakaian ketat atau seksi sudah dijelaskan tidak akan mencium bau surga. Mencium baunya saja diharamkan, apalagi tinggal di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Dengan alasan bahwa berbagai perilaku seperti di atas masih lebih baik daripada sama sekali tidak pernah memakai kerudung atau bahkan menghalangi wanita lain untuk berkerudung, mereka seolah-olah ingin ‘mencurangi’ hukum Islam. Seharusnya setiap muslimah memahami bahwa berkerudung itu merupakan suatu kewajiban. Ia mengenakan kerudung karena benar-benar diniatkan mengharap ridha Allah. Hal ini senada dengan sabda rasul yang menyatakan bahwa suatu amal itu tergantung dari niatnya.

Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Insya Allah jika segala sesuatu diniatkan karena Allah, Dzat Yang Abadi, suatu perilaku itu juga akan abadi meski banyak godaan dan hambatan untuk tetap istiqamah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar