Rasa kecewa sama
sekali tak tersirat dalam benakku saat kamu berusaha untuk tidak memperdulikan
aku. Kamu berusaha memalingkan dirimu dalam pikiranku, namun aku menahan. Kamu berusaha
menghindar dalam mimpiku, lagi-lagi ku tahan. Meskipun terlihat menyakitkan,
namun ku berusaha tuk mampu bertahan. Bertahan dalam ketidakjelasan ini.
Semua amarah,
tangisan, kebencian senantiasa terluapkan begitu kamu benar-benar sudah tidak
ada lagi disampingku. Kehilangan, itu sudah pasti. Kecewa, tentu saja. Sedih,
apalagi. Dan sedikit ramuan kemarahan semakin menambah lengkapnya perasaan ini.
Semua saling beradu dalam hati ini.
Dan aku
bersimpuh dalam kegelapan malam, ku pasrahkan diriku dengan rukuk dan bersujud
kepada-Nya.
Tuhan,
berikanlah aku rahmatMu untuk senantiasa mengikhlaskan dan merelakan apa yang
sudah menjadi kehendak dan takdirMu. Terima kasih atas skenario kecil-Mu yang indah
ini. Melalui jalan cerita yang Engkau rancang untukku, aku semakin menyadari
betapa Engkau menyayangiku dengan kebaikan hati-Mu membiarkan dia yang tidak
baik untukku pergi meninggalkanku.
Terima kasih
atas skenario kecil-Mu, Tuhan.
oleh, IRA PUSPITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar