5.8.11

Praktikum 'fuckin' Resep

Baru kali ini aku merasakan GAGAL di Praktikum Resep. Biasanya yang aku bisa selesai 4 resep, hari ini hanya bisa menyelesaikan 2 resep. Aku nggak tahu apa yang terjadi pada diriku, hingga aku bisa melupakan satu hal dan itu bisa fatal diselanjutnya.

Awalnya semua berjalan seperti biasanya. Aku bangun sahur tepat waktu, dia juga bangunin aku, nemenin aku sahur meskipun hanya lewat sms, Mamah bikin menu favoritku pas sahur, semuanya terasa flat.

Sampai akhirnya tiba saat aku berangkat ke sekolah tepat pukul 07.00. Papah yang nyetir hari itu, terasa sangat pelan., kayak keong –“. Jalanan macet pula, hati tambah was-wasan. Gimana enggak, jam pertama adalah Praktikum Resep, sedangkan aku jam 07.30 masih on the way. Beuh, hati tambah nggak karuan begitu ingat jas labku ketinggalan. Haduh rasanya pengin nangis. Kelas berapa coba yang hari jumat ada jadwal Praktikum selain kelas sepuluh yang belum dapat jas lab?

Setelah nyampe sekolah, aku langsung berlari ke arah sekumpulan anak kelas sebelas. Beruntung ada Boyan yang lagi duduk-duduk di dekat lab resep.

“Boy, aku pinjemin jas lab dong!”

“Oh ya mbag, ada kelas sebelas c hari ini praktikum farmakognosi!”

Alhamdulillah, aku pun diantar Boyan ke kelas sebelas c. beruntung ada Dinda yang mau minjemin jas labnya buat aku. *makasih ya Dinda*, berkatmu aku tertolong hari ini.

Jas lab udah dapet, aku pun berburu masuk ke lab resep dan segera menyiapkan ini dan itu. Awalnya sih nggak curiga kalo bakalan terjadi sesuatu, hanya saja aku khawatir jas lab pinjeman ini ketahuan pembimbing dan nilaiku di minus.

Dalam hati aku berkata pada diriku sendiri, “Hari ini harus selesai 4 resep meskipun Cuma 2,5 jam pelajaran!”

Aku pun memulai praktikumku dengan membuat sediaan salep untuk antiseptikum local.

R/ Sol Camphora Spirit sec FMS, ZnO, Adeps Lanae, Vaselin. Mf Ungt S u e

Cara membuat:
  • memasukkan ZnO dan sebagian Vaselin ke dalam mortir panas. Diaduk ad homogen. Keluarkan sebagai campuran 1.
  • memasukkan Camphora dalam mortir, menetesi dengan etanol 96%. Aduk ad tepat larut.
  • menambahkan Adeps Lanae ke dalam mortir, aduk ad homogen.
  • menambahkan campuran 1 dan sisa Vaselin, aduk ad homogen.


It’s so simple, but difficult pas aku numpahin salep racikanku itu. Emang sih, salepnya agak sedikit encer karena perngaruh mortir yang masih panas. Jadi kayak numpahin air deh. Lumayan tuh yang tumpah –“
Itu keapesanku yang kedua setelah jas lab.

Setelah masalah salep, sekarang resep kedua aku memilih membuat bedak untuk antiseptikum local juga.

R/ Adeps Lanae, Aqua, Vaselin Album, Bolus Alba, ZnO, Talc, Oleum Rosae. Mf pulv adsp. S bedak

Cara membuat :
  • memasukkan Adeps Lana eke dalam mortir + air beberapa tetes aduk ad homogen + etanol 96% ad encer.
  • menambahkan Talc aduk ad kering dan homogeny, keluarkan sebagai campuran 1.
  • memasukkan vaselin ke dalam mortir + etanol 96% aduk ad encer.
  • menambahkan Talc, aduk ad kering.
  • menambah campuran 1 + Bolus Alba + ZnO sedikit demi sedikit + sisa Talc, aduk ad homogen.
  • mengayak serbuk dengan ayakan no 44.
  • memasukkan hasil ayakan ke dalam mortir, kemudian diaduk ad homogen.
  • menimbang bedak sebanyak 23 gram, kemudian masukkan mortir. Sisa bedak di timbang dan dibungkus.
  • menambahkan Oleum Rosae diaduk ad homogen.


Nah ini emang aku akui agak rumit. Eh, bukan hanya ‘agak’, tapi emang rumit. Aku mengerjakan resep ini hampir 40 menit sendiri. Setelah menyelesaikan resep kedua ini, aku menyerahkan jurnal + sediaanku kepada pembimbingku. Saat itu masih tersisa waktu 7 menit untuk melanjutkan resep selanjutnya sebelum waktu habis.

Tapi, tiba-tiba pembimbingku memanggil namaku. Kemudian bertanya kepadaku ketika aku sudah berada di hadapan beliau,

“Kamu beneran Ira Puspita?” Tanya pembimbingku dengan nada sinis.

“Iya buk!”

“Kok jas labmu namanya Dinda?”

“Iya buk, ketinggalan. Maaf!”

“Besok harus pake jas labnya sendiri!”

Aku kira masalah berhenti sampai disitu, ternyata masih diungkit-ungkit lagi dan bahkan si pembimbing malah mengadu kepada wali kelasku yang kebetulan juga berada di sana. Masalah jas lab, aku pikir sudah beres, aku hanya ingin berkonsentrasi pada resep ketiga ku sebelum waktu habis.

Eh ternyata, kedua jurnal ku tadi nggak sempat aku tulis waktu mengerjakannya. Subhanallah, itu fatal –“ aku sempat ingin menangis saat aku mencuci peralatan yang telah kupakai. Saat itu semangatku untuk ngebut membuat resep ketiga pupus sudah.

Aku pun jalan dengan terseok mengembalikan peralatan praktikum, dan Klontang… *anggap aja berbunyi seperti itu*, kesialanku selanjutnya adalah aku menjatuhkan tumpukan gelas untuk batu tara yang menjulang tinggi yang diletakkan di rak.

Ya Allah, aku malu, aku kesel, aku apes, aku sial banget!!

Salah satu pembimbing menyeletuk, “Nggak usah marah toh mbag!”

Aku hanya tersenyum simpul. Aku nggak menjawab karena emang aku sedang marah, aku kesal.

Setelah selesai mengembalikan semua peralatan, dan beres-beres.. aku keluar dari lab resep tanpa pamit dan toleh kanan toleh kiri.

Sumpah aku kesel banget dengan praktikumku pertama ini –“

2 komentar:

  1. hahhahahhahhahaha apeesss apeessss nasibmu itu nak :D :D

    BalasHapus
  2. eh eh eh ... nggak boleh gitu yaa mbak tikaa!!!!

    BalasHapus